PUBLIKASI
& KAJIAN
Dokumentasi hasil kajian dan analisis isu strategis pertambangan serta rekaman dinamika serta cerita dari berbagai kegiatan di dalam himpunan.
Dokumentasi hasil kajian dan analisis isu strategis pertambangan serta rekaman dinamika serta cerita dari berbagai kegiatan di dalam himpunan.
Pengelolaan tailing dari aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi perhatian karena adanya pengendapan material dalam jumlah besar di kawasan Modified Ajkwa Deposition Area (ModADA). Pengendapan tailing tersebut berkaitan dengan perubahan bentang alam, sedimentasi, serta kondisi sungai dan kawasan pesisir. Perubahan lingkungan ini juga dapat berdampak pada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk transportasi, perikanan, dan mata pencaharian. Di sisi lain, pengelolaan tailing juga menjadi perhatian dalam pengawasan pemerintah dan DPR RI. Bahkan, pada 2026 Komisi IV DPR RI membentuk tim untuk meninjau kondisi lingkungan dan masyarakat di wilayah terdampak. Lalu, bagaimana pengelolaan tailing dapat dilakukan secara bertanggung jawab agar dampak lingkungan dan sosial dapat diminimalkan?
Link Kajian
Kebijakan Terbaru Tambang Ormas Keagamaan dan Tantangan Tata Kelola Pertambangan
Pemerintah membuka peluang bagi ormas keagamaan untuk mengelola sektor pertambangan sebagai upaya pemerataan ekonomi.
Namun, tantangan seperti kesiapan teknis, kebutuhan modal, serta tuntutan tata kelola yang baik tidak dapat diabaikan.
Apakah kebijakan ini dapat berjalan efektif tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel?
Banjir bandang yang menerjang kawasan tambang emas di Desa Orong Onoi, Kabupaten Gunung Mas, menjadi pengingat bahwa aktivitas pertambangan juga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi dan kondisi geografis di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dapat meningkatkan risiko banjir, mengganggu operasional tambang, merusak alat berat, hingga mengancam keselamatan para pekerja.
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Aktivitas tambang nikel di Desa Torobulu, Sulawesi Tenggara, menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tambang yang mendekati permukiman warga. Dampaknya berpotensi berupa longsor, erosi, sedimentasi, gangguan kualitas air, hingga kerusakan rumah warga. Pengelolaan tambang perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat, pengawasan lingkungan, dan keseimbangan antara manfaat ekonomi serta kelestarian alam.
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Indonesia mencatat produksi batubara tertinggi sepanjang sejarah pada 2024 sebesar 836 juta ton.
Namun, peningkatan tersebut diikuti berbagai dampak lingkungan, seperti luasnya lahan tambang, kerusakan tanah, pencemaran akibat air asam tambang, serta banyaknya lubang bekas tambang yang belum direklamasi.
Kehadiran Kepmen ESDM 344/2025 menjadi langkah penguatan regulasi reklamasi, tetapi efektivitasnya masih bergantung pada tingkat kepatuhan di lapangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana regulasi mampu memulihkan ekosistem yang terdampak aktivitas pertambangan.
ditulis oleh @zrafindra__dan @kanath.re
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Tambang Batubara Ombilin merupakan salah satu kawasan tambang bersejarah di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO Rencana reaktivasi tambang ini menghadirkan berbagai pandangan, mulai dari potensi peningkatan ekonomi masyarakat hingga perhatian terhadap dampak lingkungan dan kelestarian kawasan heritage. Mari bersama memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas pertambangan, pelestarian lingkungan, dan perlindungan nilai sejarah!
Link Kajian
Kajian Dampak Skema Bagi Hasil Pertambangan Menyerupai Migas Pemerintah tengah mengkaji perubahan skema bagi hasil sektor minerba agar menyerupai sistem PSC pada migas. Namun, perbedaan mendasar karakteristik industri, rumitnya pengawasan ribuan izin tambang, hingga risiko melemahnya iklim investasi menjadi tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan. Apakah Indonesia benar-benar siap untuk transformasi besar ini? ditulis oleh @zeinazrial dan @firyalnnabilahh
Link Kajian
Di balik peran Indonesia sebagai produsen nikel dunia, terdapat isu emisi karbon, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial. Tata kelola yang belum transparan memperparah kondisi, sementara tekanan global ESG menjadi tanda pentingnya keberlanjutan industri ke depan.
Ditulis oleh @zrafindra__ dan @kanath.re
Selengkapnya dapat dibaca di artikel berikut:
Baca Selengkapnya
Industri nikel di Morowali berkembang pesat melalui hilirisasi dan memberikan dampak positif seperti peningkatan investasi, lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur. Namun, di balik itu terdapat dinamika sosial dan lingkungan, mulai dari potensi konflik tenaga kerja hingga risiko pencemaran akibat limbah industri. Isu ini menunjukkan adanya dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, sehingga diperlukan pengelolaan yang baik agar dampak negatif dapat diminimalisir.
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Pemangkasan kuota batubara menjadi 600 juta ton memicu risiko PHK bagi 150.000 pekerja dan melemahkan ekonomi lokal. Keseimbangan antara keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan tenaga kerja harus menjadi prioritas utama.
Ditulis oleh @zeinazrial dan @firyalnnabilah
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Pertambangan di Merapi bukan sekadar pemanfaatan material vulkanik, tetapi tentang bagaimana aktivitas tersebut diatur, diawasi, dan dipertanggungjawabkan. Keberhasilan bukan diukur dari volume yang diambil, melainkan dari keseimbangan antara manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Ditulis oleh @zeinazrial @fthrrhmn.an
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian Komprehensif
Dalam kajian ini menyoroti (LTJ) Logam Tanah Jarang yang ada di Indonesia, dengan jumlah Logam tanah jarang yang ditemukan di Indonesia, bagaimana kedepannya Indonesia dapat mengekploitasi, mengekstraksi, dan mendistribusikan dengan baik, karena itulah dapat membantu memajukan Indonesia baik dalam perekonomian maupun hal lainnya. Dengan adanya kajian ini kita harus tau apa langkah yang seharusnya diambil agar dapat menjadikan logam tanah jarang menjadi awal Indonesia lebih maju. Ditulis oleh @paskalis_matar & @rebilitaasp
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Majalah HMTA “MINERIZE” Edisi 12 telah terbit dengan tema”Industri Tambang di Era Transisi Energi”.
Majalah HMTA dapat dibaca secara langsung di Sekretariat HMTA, atau dapat akses melalui link dibawah
Link Majalah
Youth Mining Camp Competition (YMCC) merupakan ajang perlombaan di bidang pertambangan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN "Veteran" Yogyakarta, acara ini diselenggarakan sebagai sarana bersilaturahmi, meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tentang dunia pertambangan dan juga melatih daya saing secara sehat dan sebagai dorongan untuk membentuk generasi tambang yang unggul dimasa.
Dalam kajian ini, kami menyoroti masih banyaknya masyarakat yang takut pada pertambangan, padahal pertambangan hari ini bukan lagi simbol kerusakan. Ia berevolusi dengan berlandaskan hukum, teknologi, dan prinsip keberlanjutan.Bangkitkan akal, bukan kecemasan. Jadikan tambang sebagai mesin kesejahteraan, bukan sekadar objek ketakutan. Ditulis oleh @zeinazrial @fthrrhmn.an
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian Komprehensif
Kajian yang menyoroti tentang dampak kebijakan tarif trump terhadap sektor pertambangan, Kebijakan ini secara langsung berdampak besar terhadap sektor pertambangan global, terutama karena komoditas seperti tembaga, aluminium, baja, dan logam tanah jarang masuk dalam daftar produk dengan tarif sektoral sebesar 25%. Ditulis oleh @paskalis_matar & @rebilitaasp
Selengkapnya dapat dicek melalui link dibawah
Link Kajian
Himpunan mahasiswa Teknik pertambangan setiap tahunnya mengadakan sebuah kegiatan dimana Seluruh Anggotanya berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Momen ini dipergunakan untuk mempererat ikatan antar anggota serta menjadi wadah untuk pengembangan tiap-tiap anggota melalui perlombaan yang diadakannya. Saat ini rangkaian kegiatan dinamit akan segera hadir ke muka publik, dengan berbagai rangkaian acara seperti lomba dan juga konser musik...
Tidak terasa sudah 2 tahun berlalu sejak YMCC V 2023 terlaksana, sebuah ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan. Banyak sekali event-event menarik yang dihadirkan pada setiap musimnya. Tunggu kelanjutan dari seri ini pada tahun 2025, YMCC VI.
Pada bulan Agustus 2024, HMTA mendelegasikan anggotanya untuk mengikuti perlombaan pada event Internasional Youth Competition. Pada kegiatan perlombaan yang diselenggarakan di Malaysia ini, perwakilan dari HMTA yaitu Tim HMTA-Pyrite dan HMTA-Aurum sukses mengantongi berbagai penghargaan. HMTA-Pyrite berhasil memenangkan Silver Medal dan 3rd Runner Up pada paper competition, dan tim HMTA-Aurum berhasil meraih Favorite Poster dan Bronze Medal.
Banyaknya stigma negatif tentang kaderisasi di Teknik Pertambangan muncul akibat informasi yang tidak objektif dari lingkungan masyarakat. Kaderisasi tambang merupakan bentuk kaderisasi yang bersifat kekeluargaan. Dampak dari pandangan tersebut mengakibatkan adanya ketakutan dari mahasiswa baru yang membuat mereka tidak bebas berkembang. Kaderisasi yang sebenarnya membawa manfaat dan sisi positif kepada mahasiswa baru.
Kajian selengkapnya dapat diakses melalu link berikut :
Melihat kurangnya keseimbangan pada keberjalanannya OK di lingkup FTM, terkhusus pada kekosongan peran lembaga legislatif maka dibutuhkan suatu solusi konkrit untuk membentuk DPM Fakultas. Pembentukan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas merupakan langkah strategis yang penting dalam struktur organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas. DPM Fakultas berfungsi sebagai badan legislatif yang memiliki peran kunci dalam mewakili suara mahasiswa, mengawasi kebijakan, dan menjaga keseimbangan kekuasaan antara badan eksekutif (BEM Fakultas) dan legislatif.
Ditulis oleh @mhd.zuhrinrsv dan @dimasdkra
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut :
Melihat kurangnya keseimbangan pada keberjalanannya OK di lingkup FTM, terkhusus pada kekosongan peran lembaga legislatif maka dibutuhkan suatu solusi konkrit untuk membentuk DPM Fakultas. Pembentukan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas merupakan langkah strategis yang penting dalam struktur organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas. DPM Fakultas berfungsi sebagai badan legislatif yang memiliki peran kunci dalam mewakili suara mahasiswa, mengawasi kebijakan, dan menjaga keseimbangan kekuasaan antara badan eksekutif (BEM Fakultas) dan legislatif.
Ditulis oleh @mhd.zuhrinrsv dan @dimasdkra
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut :
Izin tambang untuk ormas merupakan isu baru yang sedang ramai di Indonesia. Izin tambang untuk ormas menyangkut kepentingan publik yang luas, termasuk masyarakat sekitar wilayah tambang, aktivis lingkungan, dan akademisi. Kebijakan ini berpotensi memiliki dampak besar terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan, baik positif maupun negatif yang dibahas secara komprehensif dalam kajian ini
Kajian ini ditulis oleh : @fthrrhmn.an @_cath.rina
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut:
Peraturan Rektor Nomor 10 tahun 2021 tentang kode etik mahasiswa BAB V hak mahasiswa pasal 5 ayat (17) Menyampaikan aspirasi berupa usul, saran, dan kritik secara konstruktif, proposional, santun, bertanggungjawab. Dengan adanya keresahan dari mahasiswa terkait sarana dan prasarana, semester antara dan kkn antara, rasio dosen mahasiwa dan beberapa masalah lainnya, kami mahasiswa teknik pertambangan dengan segala hormat kami ingin berdiskusi dengan bapak/ibu dosen untuk menyampaikan aspirasi kami yang akan dilakukan di hearing jurusan hari ini.
Kajian ditulis oleh @rio_1006.
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut:
Persatuan Mahasiswa Teknik Pertambangan Indonesia (PERMATA INDONESIA) adalah sebuah organisasi yang mewadahi seluruh himpunan mahasiswa teknik pertambangan se-Indonesia yang bersifat ilmiah. Dengan diadakannya presidium 1 yang didalamnya berisi pembahasan kepengurusan baru PERMATA INDONESIA yaitu kabinet restorasi untuk menjalani periode 2024-2025. Pada presidium 1 HMTA mengusulkan dan memberi saran atas program kerja yang mana dibahas secara rinci dalam kajian ini.
Kajian ditulis oleh @rayfansah_23.
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut:
Pada kajian ini dibahas mengenai tata cara DPO dalam mengaudit pengeluaran dan pemasukan dana yang ada di PERMATA INDONESIA dengan tujuan agar PERMATA berjalan sesuai dengan AD/ART yang berlaku.
Kajian ditulis oleh @rayfansah_23.
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut:
Kita ketahui Indonesia dengan potensi cadangan tembaga yang melimpah, tengah berupaya mewujudkan cita-cita kemandirian dalam memenuhi kebutuhan material domestik. Saat ini, pembangunan fasilitas pengolahan tembaga semakin digalakkan guna mendukung upaya swasembada dan hilirisasi tembaga. Berikut ini potensi, tantangan, dan kedepannya dalam swasembada dan hilirisasi tembaga di Indonesia.
Kajian ditulis oleh Kajian Strategis HMTA UPNYK dan Kajian dan Propaganda HMT-ITB.
Kajian selengkapnya dapat diakses melalui link berikut: